Rabu, 08 Mei 2013
All Things Bright and Beautiful in Our Indonesia
Label: more than words can said
Poetry Reading
Our Mother Earth
By:
Joshua Isham
This
mother Earth,
Who
give us life;
This
mother Earth
Heart
filled with stife,
We
love her not,
Though
love we should;
Her death
we plot,
For
life’s “own good”
She
gave us air, and food, and home,
That’s
not enough we humans scream;
With
greedy lust our mouths do foam,
With
evil hopes our eyes do gleam;
Her
air will fill,
With
smoke and death;
Ourselves
we kill,
For lack
of breath;
The
sea once clean.
Now choked
with waste;
To drink
we fear,
Will
death make haste;
The soil
once pure,
And full
of life;
Now barren
sand,
Of farmer’s
strife;
No longer
she,
Can stand
our “love”
Now we
must flee,
Like
scaterred dove;
She gave
us all Unto the end;
Now
we appalled,
Our lives defend
Label: more than words can said
Poetry Reading
The Sky
By: Chelsea Poshni
Have you seen the sunset and the sunrise
And the Horizon that’s a prize
How the colors mix and melt
And look as soft as felt
How they float away into black
As you wish them back
And that feeling that makes you sad
How the tears come and just make you mas
But then you see the stars
That are so small they they could fit in jars
Now there’s somany
You’d by each one with penny
How they shine so bright
And don’t put up a fight
So you stand put up a fight
So you stand watching them twinkle and shine
Then you realize you feel fina
So you sigh
And say Goodbye
Label: more than words can said
Poetry Reading
A Flower
By: Aldora Sparrow
Have you ever heard
Of a flower that never need a
Water, Soil, Or Sunshine?
A flower that stays in full bloom
Through summer and winter
Through good times and bad
A flower that rarely gets smaller,
growing endlessly.
A few lost petals,
A little droop,
But, without doubt,
It will always regrow
Into something more beautiful.
I have one of those
I call it love.
Label: more than words can said
Poetry Reading
Selasa, 07 Mei 2013
BINGUNG JUDULNYA Atau JUDULNYA BINGUNG
Saturday, 20th April 2013
Ini sekolahku…
Ini juga…
Yang ini juga…
Meskipun angel dan sudut yang diperlihatkan berbeda, untuk
semua gambar diatas aku bisa mengatakan kata yang sama, Ini sekolahku…
Dalam teori media itu disebut framing,
realita yang terlalu luas diperkecil dalam sebuah frame agar lebih mudah dipahami oleh audience.
Bisa dimengerti, karena akan sulit mengcapture seluruh bagian dari realita “sekolahku” kedalam satu gambar
yang bisa diperlihatkan sekaligus.
Oleh karenanya ketika hanya diperlihatkan bagian halaman dan
dibilang ini sekolahku, itu benar. Jika diperlihatkan bagian depan gedung dan
dikatakan “ini sekolahku”, itu juga benar. Apabila diperlihatkan kelas-kelas yang ada di sekolah kemudian
diceritakan sebagai “ini sekolahku” itu pun benar.
Karena semua bagian itu adalah bagian dari sekolah, kalau
dalam Bahasa Indonesia itu biasa disebut dengan majas pars pro toto,
menyebutkan sebagian untuk mewakili bagian yang lebih global. (Mba Arin, aku
mendengarkan pelajaranmu ^_^’).
Masalahnya adalah motif dari fotografer yang mencoba
menyuguhkan realita sekolah itu. Dalam teori media biasa disebut dengan agenda setting. Yakni realita seperti
apa yang diinginkan oleh penyampai pesan, yang diinginkan tertangkap oleh
penerima pesan dan terkonstruk sebagai realita yang sesungguhnya dalam benak si
penerima pesan.
Permasalahan lainnya adalah pada proses komunikasi itu
sendiri. Sangat dimungkinkan terjadinya bias atau distorsi. Yang bisa
disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya terhentinya proses komunikasi
sebelum sang fotografer berhasil menampilkan keseluruhan gambar. Sehingga
realita “sekolah” belum sepenuhnya tersampaikan. Biasanya sih karena kendala
teknis, seperti kerusakan kamera (alat atau media) atau juga kendala lainnya.
Jikalau sang fotografer ingin menyampaikan pesan bahwa ini
adalah sekolah berkualitas bagus, gambar yang disajikan tidak cukup hanya
menampilkan bangunan fisiknya saja. Melainnya juga kegiatan dan aktifitas
didalamnya yang menunjukkan sisi kualitasnya.
Dalam contoh kasus penyajian foto-foto diatas yang
terpenggal-penggal dan belum utuh, akan
sangat dimengerti jika belum bisa dipahami secara menyeluruh karena ada bagian
yang tidak tersampaikan maka akan muncul juga banyak tanda tanya… maksudnya apa
ya?????????
Sedang mempertimbangkan untuk menanyakan langsung ke penjepret gambar-gambar tersebut diatas, tetapi masalahnya siapa fotografernya? gambar-gambar tersebut kudapatkan dari berbagai tempat, ada yang di kamera level 2, ada yang di komputer TU gedung selatan, ada yang dari komputer MRC.
.......................................................................................................................
Label: more than words can said
Just My Cup of Tea
Langganan:
Postingan (Atom)



