Minggu, 04 Januari 2009

Hakikat Cinta


Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.

Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling
berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.

Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.

Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.

Jumat, 02 Januari 2009

ILHAM



Tut...tut...tut... Hi I'm Ilham, I like train so much.
Tut...tut...tut... I'll drive you, wherever you want to go
Tut...tut...tut... come on
About Ilham : "Ilham, murid kelas 2 Al Hazen SD Al Irsyad 01, dia sangat suka dengan kereta dan menyetir sehingga apapun dia kaitkan dengan kesukaannya itu. Ketika diminta menggambar dia pasti (selalu, tidak pernah tidak) menggambar kereta api, ketika bermain pun selalu bermain hal-hal yang berkaitan dengan kereta. Bahkan topic pembicaraanya pun tak jauh-jauh dari kereta. Hal yang pertama kali terlintas di benakku sebagai gurunya adalah kok bisa gitu ya…?."

UMAR



Umar : "Ustadzah Lia, I promise I'll tidy to follow all lesson today, Insya Allah"
U Lia : "Alhamdulillah, Subhanallah, Allohu Akbar... I'll always pray for that my son"
About Umar : "Umar, muridku yang satu ini tergolong unik. Loh kok? Dia pintar, cerdas, aktif (sekali), semangat dan sangat berambisi. Tetapi ada satu hal yang membuat geli yaitu dia takut sekali disuntik. Selain dia energik, tak mau diam, baik geraknya maupun perkataannya, serta sedikit agak sulit mengkondisikan untuk rapi, muridku yang sangat ingin jadi pemimpin ini juga punya sisi yang tak terduga. Hatinya sebenarnya baik dan lembut, kuncinya hanya dengan meraih hatinya muridku ini bisa ditaklukkan. Ga nyangka loh, anak sebandel Umar punya satu sisi sentimental juga."

Learn from child


See how the children learn to walk...
See how the children learn the world

Al Hazen in The Morning


We are ready to face this day...Bismillahirrahmanirrohim

Translate