Jumat, 03 Agustus 2018

SAMPAIKAN MATERI MAKANAN SEHAT DENGAN "JEMAKAZI DAKAR"




Sebagai orang tua tentu kita sangat memperhatikan asupan makanan putra-putri kita tercinta. Kita menyadari betul akan pentingnya makanan yang bergizi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak kita. Namun terkadang kita kesulitan memahamkan ananda betapa besarnya manfaat mengkonsumsi makanan bergizi. Generasi anak zaman sekarang memiliki kecenderungan lebih menyukai makanan-makanan fast food atau yang sejenisnya, yang kita tahu kurang kandungan gizinya. Mereka cenderung menghindari makanan yang justru kandungan gizinya tinggi dan baik untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh mereka. Latar belakang inilah yang membuat SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 merasa perlu memberikan pemahaman yang baik kepada peserta didiknya mengenai kandungan gizi dalam makanan beserta manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Memberikan pemahaman pada anak usia 8-9 tahunan yang masih duduk dibangku kelas 3 SD tentu saja membutuhkan metode dan cara khusus. Oleh karenanya pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Sebut saja salah satu nya adalah games “Jemakazi Dakar (Jenis makanan dan kandungan gizi dalam kartu). Melalui permainan ini anak diajak untuk mengenal jenis-jenis makanan sehat beserta kandungan gizinya dengan menggunakan kartu. Pembelajaran dilakukan di halaman kelas, sehingga anak-anak bisa bergerak dan berekspresi dengan leluasa. Hasilnya pembelajaran jadi hidup dan menyenangkan, materi mudah tertanamkan dalam diri siswa. Diharapkan setelah mengetahui makanan sehat beserta kandungan gizinya, anak-anak akan lebih selektif memilih asupan makanannya. 
Demikianlah kemasan pembelajaran yang ada di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, seluruh kegiatannya dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswanya. Inovasi pembelajaran senantiasa dilakukan sebagai bukti layanan kepada orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya di sekolah ini. Ayo, pilih sekolah terbaik untuk putra-putri kita. SD Al Irsyad 01, Best Choice. (Imalia DI)
*)Keterangan Gambar: dokumentasi kegiatan kelas 3 Al Muzzamil oleh Ustadzah Sri Lestari

Dimuat di SUARA MERDEKA edisi Kamis, 2 Agustus 2018

Hari Anak Nasional Sekolah Gelar Gebyar Kreatifitas Siswa







    
Dalam rangka memperingati hari anak nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli 2018, maka sekolah mengadakan gebyar kreatifitas siswa yang menampilkan seluruh potensi siswa. Bertajuk Ekskul Vaganza, peringatan hari anak nasional ini mempertotonkan dihadapan masyarakat Purwokerto, kepandaian dan prestasi anak di berbagai bidang. Melibatkan ribuan siswa, pertunjukkan ini sukses menarik minat warga yang melintas di alun-alun Purwokerto tempat gelaran ajang ini. 
Diharapkan dengan digelarnya acara ini dapat menumbuhkan jiwa kreatifitas anak Indonesia manapun. Membagi inspirasi untuk berprestasi tanpa meninggalkan kebahagian masa anak-anak. Semua kegiatan yang diikuti anak hendaknya tidak menghilangkan dunia anak-anak dengan dunia bermainnya yang masih sangat dominan. Kegiatan-kegiatan ekskul yang di adakan disekolah sangat memperhatikan faktor ini, anak dikondisikan untuk suka  terlebih dahulu, nyaman dahulu baru kemudian otomatis prestasi akan mudah diraih. 
Dua puluh empat cabang ekskur yang dipertunjukkan didepan ribuan siswa SD Al Irsyad 01 Purwokerto tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Juli 2018. Pertunjukan yang menyajikan cabang-cabang ektrakurikuler dengan kemasan sangat menghibur. Konsep entertainment ini dimaksudkan agar siswa serta siapapun yang menyaksikan pertunjukkan ini menjadi tertarik dan ingin tahu lebih jauh mengenai cabang-cabang ekskur yang ada di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Tak ketinggalan turut mempertontonkan prestasi-prestasi gemilang yang telah berhasil menyabet lebih dari 200 kejuaraan dari tingkat kevcamatan sampai dengan internasional. Dimaksudkan setelah tahu informasi lengkapnya setiap siswa dapat memilih kegiatan yang paling tepat dengan minat dan bakatnya .
Dibuka dengan penampilan gebyar pembuka “Meraih Bintang” seluruh penonton dibuat terkesima dengan pembukaan yang spektakuler. Dalam sambutannya Ustadz Alex Nanang Agus Syifa, S.Fil I, M.Pd bahwa mengambil momentum hari anak ini kita semua harus semakin menyadari bahwa setiap anak itu unik dengan bakat dan potensinya masing-masing, semua anak adalah juara pada bidangnya masing-masing, oleh karenanya tugas sekolah adalah menyalurkan minat, bakat dan prestasi siswa pada jalur yang sesuai, tugas pendidik adalah mengarahkan dan mendampingi siswa dengan bintangnya sendiri-sendiri. Keseluruhan rangkaian pertunjukkan ditutup dengan pertunjukkan salah satu cabang ekskur unggulan yakni cabang taekwondo salah satu cabang ekskur penyumbang medali kejuaraan terbanyak buat sekolah. Selama jalannya acara seluruh penonton dibuat tak berkedip menyaksikan penampilan demi penampilan yang di antarkan dengan apik oleh duet pembawa acara yang bersemangat. Hingga tak terasa pertunjukkan pun berakhir dengan meninggalkan kesan dan semangat berprestasi yang mendalam. (Imalia DI)

Dimuat di Suara Merdeka 26 Juli 2016

Selasa, 15 Mei 2018

BINTANG YANG SELALU BERSUJUD




            Zidan H, demikian anak berpembawaan ceria ini biasa di panggil oleh teman-temannya, karena banyak nama Zidan di sekolahnya. Namun dibalik sikapnya yang senang bercanda ini menyimpan segudang prestasi akademis yang cukup membanggakan. Diantaranya yang paling terbaru adalah Juara harapan 1 ESSO PIBT XXII, Olimpiade IPA tingkat nasional yang diselenggarakan di UNNES Semarang, sebuah ajang yang cukup bergengsi yang gelar kejuaraannya banyak diperebutkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
                  Anak pertama dari empat bersaudara putra dari pasangan Bapak Bambang Agus Setiyawan dan Ibu Imalia Din Indriasih ini tidak asing dengan dunia sains dan lomba-lomba ilmu exact, karena sedari kecil sudah terbiasa mengikuti kejuaraan semacam ini. Kejuaraan lain yang pernah disabet oleh siswa SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 yang sekarang ini duduk dibangku kelas 6 Al Kahfi ini diantaranya: Finalis Lomba Matematika Nasional KMNR XI di IPB Bogor tahun 2016, Finalis National Mathematics Competitions for Elementary School (MCES) di UNNES Semarang tahun 2015, Juara 3 Olympiade MIPA tingkat UPK Purwokerto utara tahun 2016,  Juara I Lomba Matematika Science Master SD tahun 2013, Juara III Lomba Matematika Tingkat Karasidenan Banyumas Kategori SD tahun 2013 penyelenggara Rita Ishola, Juara Harapan I Lomba Matematika Matemagics Kategori TK, bertempat di Pascalis Hall tahun 2011.
            Meski sudah menyabet berbagai kejuaraan di berbagai tingkat, namun tidak lantas membuat siswa yang mempunyai hobby membaca dan mengutak-atik komputer ini lantas merasa puas diri. Sulung yang bercita-cita menjadi seorang teknisi ini terus menerus mengasah kemampuannya dengan rutin belajar sehabis sholat maghrib dan terus mengikuti ajang lomba-lomba baik IPA maupun matematika yang ada. Bakat dan minat siswa berusia 12 tahun ini mendapat dukungan sepenuhnya baik dari pihak orang tua maupun pihak sekolah, sehingga untuk anak seusianya yang masih usia bermain, tetap bisa menikmati dunia anak-anaknya sekaligus menyalurkan bakat dan minatnya.

           Kedepan masih panjang jalan yang bisa ditempuh oleh Zidan, semoga mendapatkan hasil yang terbaik untuk kemajuan generasi muslim penerus masa depan. Aamiin.

Artikel Terkait:
DESAIN KELAS SEBAGAI MOOD BOOSTER DALAM PEMBELAJARAN
TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI
GERAKAN SERU! SEMUA ADALAH GURU
MENGAJARKAN ANAK BERSOSIALISASI
MOMENTUM BULAN BAHASA GIATKAN BUDAYA LITERASI SEKOLAH

TANTANGAN PENDIDIKAN ZAMAN NOW

Rabu, 09 Mei 2018

IBU



dapat kiriman, sayang kalau tidak disimpan.... 

MOMENTUM UNTUK HIJRAH MENJADI LEBIH BAIK



Pergantian tahun merupakan salah satu ukuran pergantian waktu yang tak dapat dielakkan. Waktu yang sudah bergerak tak dapat ditahan dan diundurkan lagi. Dalam waktu terkandung jejak perjalanan manusia yang akan diputar ulang kelak di hadapan pencipta waktu, allah swt.
Dan tidak terasa, bulan demi bulan telah berganti, tahun demi tahun pun berlalu. Kaum muslim kembali memasuki bulan muharram, yang menandai datangnya kembali tahun yang baru, dan kali ini memasuki tahun baru 1439 hijriyah.
Untuk itulah, pergantian tahun hijriyah ini adalah waktu yang tepat sebagai momentum bagi kita semua untuk melakukan introspeksi dan mawas diri (muhasabah) terhadap semua yang telah kita perbuat, sekaligus sebagai sarana untuk memantapkan komitmen dan tekad kita semua untuk “berhijrah menuju ke arah yang lebih baik dan bermanfaat, melalui penguatan aqidah, ibadah, akhlaq, ilmu, dan ekonomi kita.
Apabila pada tahun 1438 hijriyah kita masih sering melakukan kekurangan, marilah kita kejar kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri, baik dalam beribadah, beramal, bekerja, dan bermasyarakat. Marilah kita upayakan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini, agar kita beruntung.
Sebagai insan yang bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan baik sebagai guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali murid, siswa atau hanya pemerhati pendidikan kita bisa menjadikan momentum hijriyah ini untuk berbenah. Bisa diawali dengan memperbaiki perkspektif kita tentang pendidikan yang seideal mungkin dengan yang rasululloh teladankan sesuai dengan yang allah perintahkan. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti dan intelektual seseorang. Seperti yang kita tahu, orang tua masa kini begitu antusias menyekolahkan anak-anaknya dengan harapan agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan cerdas. Namun, ada satu hal yang acap kali terabaikan dalam aspek pendidikan yakni pengajaran agama. Banyak keluarga yang terkesan “melupakan” betapa pentingnya mengajarkan nilai-nilai keagamaan pada anak sejak dini. 
Padahal pendidikan agama merupakan modal dasar setiap anak untuk memahami dan mengarungi kehidupan ini.  Ungkapan bahwa “mendidik anak sedari kecil adalah ibarat mengukir di atas batu sangat tepat untuk menggambarkan pentingnya mendidik anak sedini mungkin.  Mendidik anak yang masih kecil membutuhkan kesabaran karena harus terus mengulang-ulang konsep yang hendak ditanamkan.  Namun begitu konsep tersebut sudah masuk, maka ia akan tertancap dengan kuat di sana, sulit hilang seperti ukiran di atas batu. Oleh karena itu apabila pendidikan agama dilakukan dengan baik sedari kecil, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi manusia yang memiliki landasan karakter dan moral yang kuat.
Bagi anak, pendidikan yang tepat pada usia dini akan menjadi pondasi keberhasilannya pada masa yang akan datang.  Pendidikan agama tidak pelak lagi menjadi suatu kebutuhan bagi anak usia dini untuk membentuk kepribadian dan karakter islami.  Secerdas apapun seorang anak, tanpa memiliki pendidikan agama sebagai landasan hidupnya, maka hidupnya di dunia tidak ada nilainya. 
Untuk itu, peran lembaga pendidikan yang sangat memperhatikan pendidikan keagamaan seperti al irsyad al islamiyyah purwokerto sangatlah diperlukan oleh masyarakat untuk memberikan bekal agama yang cukup bagi generasi muda di indonesia dalam upaya  untuk membentuk kualitas sumber daya manusia indonesia yang islami, sehat, cerdas, sejahtera, berdaya saing dan berbudaya berlandaskan iman dan taqwa.
Dalam menjalankan fungsinya di bidang pendidikan, ada misi dakwah yang diemban. Dakwah merupakan tugas suci dan abadi bagi segenap umat islam. Melalui dakwah, islam dapat menyebar dan mengakar ke seluruh pelosok dunia. Melalui dakwah pula, peran islam dalam membina dan mengembangkan masyarakat menuju cita-cita ideal ajaran islam yang rahmatan lil-‘alamin dapat terwujud.
Dakwah itu sendiri sebenarnya adalah proses komunikasi. Dakwah tanpa komunikasi tidak akan mampu berjalan menuju target-target yang diinginkan, demikian komunikasi tanpa dakwah akan kehilangan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan.
Untuk itulah, proses dakwah mestinya disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat sekitar.  Dengan demikian, bagi juru dakwah akan lebih mudah dalam menyampaikan dakwah dan pesan yang disampaikan menjadi mudah dipahami oleh sasaran dakwah. Maka dakwah tidaklah mesti harus disampaikan  dalam bentuk ceramah langsung di mimbar-mimbar, namun bisa juga  dilaksanakan melalui berbagai kegiatan positif di sekolah seperti, kegiatan pementasan seni, outdoorstudy, membuat karya tulis maupun karya rupa, semuanya bisa dimasukkan nilai-nilai keislaman sebagai bekal pendidikan agama bagi semuanya.
Kesemuanya itu berlandaskan pada satu pedoman yang senantiasa dipegang dalam hidup. Sebagai pedoman dan petunjuk kehidupan umat islam,  al-quran adalah kitab suci yang dapat dijadikan acuan dalam menjalani kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena didalam al-quran terdapat petunjuk-petunjuk dan arahan tentang berbagai cara bergaul dengan manusia, bahkan bergaul dengan alam semesta sehingga terjadi harmonisasi antara sesama makhluk allah yang hidup dimuka bumi ini. 
Bagi umat islam al-qur’an merupakan sumber hukum, rambu-rambu bagi umat manusia. Didalam al-quran terdapat banyak aturan, tuntunan,  peringatan dan teguran bagi manusia agar senantiasa berbuat kebajikan dan tidak  melakukan perbuatan tercela serta kerusakan dimuka bumi, sebab semua perbuatan yang tidak baik hanya akan mendatangkan kerugian bagi manusia sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain itu, al-qur’an juga hadir sebagai penyejuk hati, karena di dunia ini kita kadang dihadapkan pada berbagai ujian dan cobaan. Adanya ujian dan cobaan hidup tersebut membuat hati dan jiwa manusia resah, gelisah, dan gundah gulana. Dalam kondisi yang demikian itu, manusia harus kembali kepada jalan allah, yakni kepada al-quran yang didalamnya terdapat penyejuk dan penenang keresahan jiwa.
Oleh karena itu kemampuan membaca, mempelajari, dan memahami isi kandungan al-qur’an menjadi sebuah keharusan bagi kaum muslimin yang ingin menjalankan keislamannya secara baik dan benar.
Salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap al-quran adalah dengan cara mengenalkan al-qur’an kepada anak-anak kita sejak dini. Mendidik anak yang masih kecil memang membutuhkan kesabaran karena harus terus mengulang-ulang konsep yang hendak ditanamkan.  Namun begitu konsep tersebut sudah masuk, maka akan tertancap dengan kuat di sana, sulit hilang seperti ukiran di atas batu. Oleh karena itu apabila pendidikan agama dilakukan dengan baik sedari kecil, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi manusia yang memiliki landasan karakter dan moral yang kuat.
Melalui metode belajar yang mudah, praktis dan menyenangkan terutama bagi anak- anak, tentu akan memancing minat dan menggugah semangat mereka untuk mempelajari al qur’an sebagai sumber pedoman hidup utama bagi umat islam. Hal tersebut bila dapat berjalan dengan optimal tentu cita-cita untuk membentuk generasi qur’ani yang sehat, cerdas, kuat, berkarakter dan berdaya saing berlandaskan iman dan taqwa dapat segera terwujud. Aamiin. (Imalia)



Translate