Minggu, 28 April 2013

Mengenal Lebih Dekat Kurikulum 2013



            Kurikulum 2013, yang sebenarnya belum ditentukan namanya apakah kurikulum 2013, KTSP yang disempurnakan, KTSP berbasis kompetensi ataukah KTSP 2013, tetapi karena pembuat kebijakan biasa menyebutnya dengan kurikulum 2013 maka dalam pembahasan selanjutnya kita sebut saja demikian. Sejak digulirkannya pembaharuan kurikulum yang bertajuk kurikulum 2013, berbagai reaksi bermunculan ada yang pro dan ada yang kontra. Pro dan kontra terhadap sesuatu adalah sangat wajar karena pada hakikatnya laiknya mata pisau yang mempunyai dua sisi di setiap hal pasti mempunyai sisi negatif dan sisi positif.  Sebagaimana juga menolak dan menerima apapun kebijakan pemerintah adalah hak masing-masing, akan tetapi betapa malangnya manusia yang menolak sesuatu tanpa paham apa yang ditolaknya, dan tanpa paham kenapa harus menolaknya. Jadi marilah kita kenali lebih dekat apa sebenarnya kurikulum 2013 itu. Jangan sampai menyesal dikemudian hari, karena sudah terlanjur bersikukuh menolaknya akan tetapi di kemudian hari baru disadari kebaikannya.
            Apa itu kurikulum? dalam pembahasan ini kita akan membaginya kedalam lima pembahasan. Pertama, kurikulum adalah mindset (cara pandang) kita terhadap peserta didik. Mindset kita terhadap peserta didik adalah kurikulum yang sejati, kenapa? Kita pelajari alasannya lebih lanjut, bahwa sebuah kurikulum akan bagus jika didukung oleh SDM (guru) yang bagus pula, dan guru yang bagus adalah yang mempunyai mindset yang bagus terhadap seluruh peserta didiknya. Setiap SDM dunia pendidikan harus mempunyai cara pandang bahwa semua anak adalah bintang, dengan keunggulannya masing-masing yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Bahwa Allah SWT menciptakan setiap jiwa lengkap dengan rencana dan alasan untuk apa dan peran apa yang akan diembannya. Dimana perannya tidak bisa digantikan oleh yang lain.
Sebagai ilustrasinya seorang bayi yang lahir dengan pembengkakan di kepalanya dan hanya bisa bertahan hidup selama dua jam. Di situasi seperti itu semua dokter ahli akan berkumpul dan mempelajari apa sebabnya, bagaimana pencegahannya dan bagaimana cara mengobatinya yang kesemuanya itu tidak pernah ditemukan dan didapatkan dari bangku kuliah di fakultas kedokteran manapun. Subhanalloh masa hidupnya yang hanya dua jam dia mengemban peran dari Allah untuk menjadi guru dari mahaguru kedokteran. Tidak ada yang Allah ciptakan untuk sia-sia seburuk apapun manusia memandangnya pasti ada alasan mulia keberadaanya. Karena Allah tidak akan pernah dzalim kepada hamba-Nya.
Oleh karena itu SDM dunia pendidikan harus bisa menerima bagaimanapun kondisi peserta didik, hatta untuk anak berkebutuhan khusus sekalipun. Serta bisa memberikan pembelajaran yang sesuai untuk masing-masing jiwa yang berbeda. Idealnya semua lembaga pendidikan berlabel sekolah bisa memberikan kesempatan yang sama untuk semua anak yang ingin belajar. Namun karena tidak semua sekolah tidak mampu menyediakan layanan inklusi, maka berbahagialah bagi guru yang berada disekolah inklusi dan harus bersinggungan langsung dengan peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
Ilustrasi yang menggambarkan kualitas seorang guru diibaratkan sebagai seorang supir yang mampu menyetir mobil yang tua, macet, dijalan menanjak dan menikung, serta ramai lalulintasnya walaupun begitu tetap bisa sampai ditujuan akhirnya. Dan bukannya supir yang menyetir mobil bagus, dijalan tol, tidak ada tanjakan dan tikungan, serta hanya sendiri di jalan raya. Tidak Aneh kalau bisa mencapai tempat yang dituju. Kemampuan profesional seorang guru akan teruji jika dia menghadapi sekolah dengan sarana dan prasarana seadanya dan kondisi peserta didik yang menantang dan bukannya dihadapkan pada sekolah yang lengkap faslitasnya dan kondisi peserta didik yang pintar-pintar.
Seberapa besar permasalahan yang diberikan Allah berbanding lurus dengan kemampuan dalam menghadapi masalah tersebut. Oleh karenanya kecewalah ketika diberi persoalan kecil. Dan bersyukurlah apabila diberi persoalan besar. Seberat-beratnya persoalan dunia pendidikan yang dihadapkan kepada guru artinya Allah memberikan Kemampuan untuk mengatasinya (Al Baqarah:286). Kalau kita takut dapat yang sulit dan lebih memilih yang mudah maka kita tidak akan dapat apa-apa. Artinya persoalan yang diberikan kepada manusia adalah anak tangga menuju sukses, tidak ada nelayan tangguh yang lahir dari laut yang tenang. Tidak akan diberi sukses jika belum pernah diberi kesempatan melewati permasalahan yang berat. Berbahagialah sekolah yang sarananya terbatas karena akan menstimulus jiwa kreatifitas.
Jadi berbicara tentang kurikulum adalah berbicara tentang bagaimana mindset kita terhadap dunia pendidikan, itu yang pertama. Yang kedua berbicara mengenai kurikulum berkaitan erat dengan ungkapan “kita adalah murid pertama dari setiap ucapan kita”. Jadi yang pertama kali harus mengimplementasikan dari apa yang kita ajarkan kepada peserta didik adalah diri kita sendiri. Sebelum kita meminta murid kita untuk kreatif kita harus kreatif terlebih dahulu. Sebelum kita menyuruh anak didik kita untuk sopan kita harus sopan terlebih dahulu. Sebelum kita menyuruh anak didik kita untuk rukun dengan teman, sesama rekan guru pun kita harus saling kompak. So do than tell or tell than do it firstly.
Ketiga, hal yang bisa kita gunakan untuk menjelaskan apa itu kurikulum adalah janji dunia pendidikan terhadap bangsa. Mari kita lihat terlebih dahulu apa janji dunia pendidikan terhadap bangsa. Dalam bab I pasal 1 ayat 1 UUSPN No.20 tahun 2003 di sebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, kenyamanan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi kurikulum adalah tentang bagaimana dunia pendidikan merealisasikan janjinya tersebut, sebagai kontribusi nyata terhadap bangsa dan negara.
Keempat, kurikulum bisa dijelaskan sebagai role model yang dilekatkan pada seorang guru. Karena setiap tindak-tanduk dan ucapan guru akan ditiru peserta didik dan turut membentuk kepribadian anak. Kurikulum yang ini biasa disebut kurikulum yang tersembunyi (hidden curriculum). Jadi bertobatlah dari sikap saling menyalahkan karena ujung-ujungnya kita akan menyalahkan Allah. Analoginya seperti seorang pembuat roti, apabila ada cacat rasa atau sesuatu yang salah dari roti yang kita makan dan kita mengeluhkannya sejatinya orang yang kita komplain adalah sang pembuatnya dan bukan rotinya. Jika kita mengeluhkan apa yang Allah suguhkan kepada kita maka sejatinya kita menyalahkan Sang Pemberi. Naudzubillahi min dzalik.
Kelima, kurikulum adalah tentang hati nurani pendidik, dimana jika hati nurani itu hilang maka matilah pendidikan. Kurikulum bukanlah cetakan yang apabila cetakannya berubah maka akan berubah pula hasilnya, kurikulum bukanlah semata-mata hanya dokumen-dokumen yang berisi SK, KD, atau Indikator. Kurikulum pada hakikatnya seperti lima hal yang telah dijelaskan diatas sehingga apabila ekstremnya pemerintah mengubah kurikulum tiap seminggu sekali tidak akan pernah ada masalah karena kontennya tetap sama. Kurikulum adalah tools, sedangkan draft dokumen tentang struktur kurikulum 2013  bisa dengan mudah ditemukan di situs-situs resmi dinas pendidikan. Poinnya adalah kita harus tahu bagaimana menggunakan alat tersebut dengan bingkai kerangka lima hal tersebut diatas. Kurikulum adalah sebuah seni menggunakan perangkat yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan yang seideal mungkin.
Marilah kita menjadi manusia-manusia yang tidak pernah setengah hati dalam menjalani jalur kita. Dan karena kita berada di jalur pendidikan mari sepenuh hati menghidupinya, maka pendidikan pun akan hidup dalam kita bahkan menghidupi kita. Perbedaan antara setengah hati dan sepenuh hati dapat dijelaskan dengan kata “tapi” dan “walaupun”. Perhatikan dua kalimat berikut; Saya akan sholat awal waktu tapi saya sibuk, ini setengah hati. Saya akan sholat tepat waktu walaupun saya sibuk, yang ini baru sepenuh hati. Ganti semua kata “tapi” dalam diri menjadi “walaupun”, ganti semua rasa setengah hati terhadap hidup yang kita jalani dengan sepenuh hati menjalani hidup.
Kurang lebih begitulah penjelasannya tentang kurikulum yang akan kita hadapi di tahun pelajaran mendatang 2013/2014. Pada kesimpulannya tidak ada yang berubah secara konten, hanya pendekatan pengajarannya saja yang berbeda menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan kebutuhan riil peserta didik dimasa yang akan datang. Sekali lagi ditegaskan bahwa perbedaan materi tidak ada hanya framenya saja diganti dengan bingkai baru. Karena peserta didik kita tidak hidup dijaman yang sama dengan kita, oleh karena yang kita berikan pada mereka bukan yang kita dapatkan dari masa lalu. Mari melepaskan diri sebagai manusia masa lalu, kita adalah manusia masa kini dan peserta didik kita adalah manusia masa depan. Dengan frame kurikulum 2013, Insyaallah kita bisa. (Imalia)

Artikel Terkait:
Semangat baru Membangun Pendidikan Yang Berkarakter

*)Ikatlah ilmu dengan menulisnya, tulisan diatas adalah yang disampaikan pembicara-pembicara dalam pelatihan kurikulum 2013 oleh TIM Pusat Kurikulum dan Pembukuan Balitbang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pas mereka sedang berbicara aku mencet-mencet tuts keyboard, jadi deh tulisan. (Purwokerto, 27-28 April 2013)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Please leave your comment here

Share It

Translate