Selasa, 19 Maret 2013

My another cup of tea


Bahasa Komunikasi
A: “@$#%$^%%%#  *&* (&**^^$   $%#%$^*)()_JHHT&%&^$ GT$%$^^YJH R#%^&*(!!”
B: “Ngomong paan siy? Bisa pakai bahasa manusia?”
A: “logika fuzzy crisp algoritma sorting random FIS ANFIS Model reasoning rule-based, case-based model-based reasoningsingle inheritance multiple inheritance  procedural, object-oriented aspect-oriented paradigm retrieve boolean vector space algoritma stemming lemmatization incidence matrix efisiensi algoritma notasi Big O”.
B: “He..he.. masih lom mudeng, tolong bahasa percakapan biasa jah”
A: “Echte liefhebbers niet graag het beloofde. Maar zodra ze besluiten om iemand te houden, ze maakte onmiddellijk plannen te geven. Na dat ze werkte in stilte en rust om hun plannen te realiseren. Stuk voor stuk geven plan worden gerealiseerd, elk zaad, dat bloeide in het hart van de liefde lijkt Oran ... g van een geliefde. Promise afgegeven hoop. Maar de bevalling vertrouwen
B: “Bahasa Indonesia plis?”
A: “Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati oran...g yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.
B: (memegang kepala) “Tolong lebih sederhana lagi”
A: “Aku cinta kamu...”
B: “Masih lom ngarti... ga sah ngomong aja dehhhh!”
A: ........ (bengong)

Mau baca sketsa-sketsa tulisanku lainnya? klik disini.

Translate