Jumat, 27 November 2015

Rindu ini…


Aku merindukanmu di setiap hembusan nafasku, tak pernah sedetikpun waktuku berlalu tanpa pernah terbersit rasa untuk menemuimu. Rasa yang timbul tidak akan pernah bisa kujelaskan, hanya bisa kuhayati helai demi helai warna rindu yang menggelayut dalam jiwa. Sungguh aku tak pernah meminta, tak pernah pula ku mencipta apalagi hendak ku merekayasa. Getaran itu diilhamkan yang Maha Kuasa, dari hati seorang hamba untuk  untuk hamba lain yang dicintainya…
         Dan disinilah aku disudut hariku, menganyam benang waktu, mengukir kenangan biru, bersamamu, ya aku selalu membersamaimu dalam jarak ruang dan waktu berbalut doa harap dan sendu. Meski kadang terbersit kau sadari rasaku, namun ku tak berharap banyak balasmu, dan aku relakan itu. Karena hanya satu harapku, berbahagialah engkau meski bukan denganku.
Aku yang selalu menggebu tuk bisa memeluk nyatamu dan bukan hanya mimpimu. Merengkuhmu dalam dekapanku, membelaimu dan mengusapmu selalu. Hangat… seperti dulu, diwaktu kita masih bersatu, dimana tubuhku adalah tubuhmu dan tubuhmu adalah tubuhku. Namun ada satu yakinku, kita ditakdirkan tuk saling memiliki, menyayangi, mencintai meski tak bisa selalu bersanding. Ya ku janjikan itu, ku kan selalu ada menyertai langkahmu, dari kejauhan ku selalu memperhatikanmu.  

Kamu… iya kamu… NZK… ku…

Rabu, 29 April 2015

PETUALANGAN 5 SAHABAT




Zahra, Nabila, Tania, Keyza dan Nara adalah 5 sahabat yang merupakan teman satu sekolah di kelas satu di salah satu sekolah dasar swasta favorit di Purwokerto. Mereka melanggar aturan sekolah keluar gerbang sekolah pada waktu kepulangan padahal yang menjemput belum datang. Nah pada saat inilah kejadiaan naas menimpa mereka, sekawanan penculik menangkap dan menyekap mereka. Namun karena kecerdikan dan kekompakan kelima sahabat ini berhasil lolos dan melarikan diri. Namun itu belum berakhir bahkan petualangan mereka baru saja dimulai. Kelima sahabat yang berhasil melarikan diri dari sekawanan penculik itu baru menyadari mereka berada dikawasan asing yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Dan petualangan mereka pun semakin seru tatkala mereka bertemu binatang buas dan suku pedalaman di dalam hutan belantara. Menyaksikan dengan geram kerusakan hutan akibat ulah manusia namun tak jarang mereka dibuat kagum oleh indahnya pemandangan ciptaan Alloh dan bukit-bukit dibalik hutan. Munculnya pelangi setelah hujan rintik-rintik turun turut mewarnai petualangan mereka, hingga pada akhirnya mereka menemukan sebuah desa di balik bukit. Disanalah kelima sahabat ini ditolong oleh penduduk setempat dan di pertemukan dengan keluarga dengan bantuan polisi setempat.
Mirip jalan cerita cebuah film petualangan anak-anak memang, namun itu bukanlah film melainkan sebuah pertunjukkan drama musikal yang dipentaskan dengan apik di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, pada hari sabtu 11 April 2015. Menampilkan 150-an lebih pemain yang semuanya merupakan siswa-siswi kelas satu SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Jalinan cerita yang kuat serta keceriaan masa kanak-kanak yang demikian kental selama drama ini dilakonkan merupakan daya tarik  yang mampu memukau ratusan mata penonton yang memenuhi gedung aula SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto dengan mata tak berkedip. Tampil dihadapan orang tua dan undangan secara kolosal dan tanpa diselingi oleh pembawa acara selama drama musical di pertunjukkan merupakan prestasi yang membanggakan bagi anak-anak dengan usia 6-7 tahun-an ini.
Dengan ceria mereka menampilkan bakat akting dan keterampilan seni musikalitas mereka. Tak urung rasa haru dan bangga menyergap seluruh hati orang tua dan wali murid yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa membanggakannya buah hati mereka. Apalagi acara yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini dibuka dengan bacaan surat Al Jinn Juz 29 yang dibawakan oleh Nadhif siswa kelas satu yang sudah hafal Al Quran Juz 30 dan separuh Juz 29 padahal masih kelas satu.  Rasanya tidak berlebihan apabila dikatakan tidak akan pernah bosan untuk menghadiri acara-acara sejenis yang pastinya akan terus diselenggarakan secara kontinyu oleh SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto yang senantiasa mewadahi semua jenis bakat dan kemampuan siswa baik di bidang akademis maupun non akademis. Senada dengan yang disampaikan oleh Ustadz Alex Nanang Agus Syifa, S.Fil I, Kepala sekolah Sd Al Irsyad Al Islamiyyah 01 dalam sambutannya di awal acara bahwa sekolah akan memberikan wadah yang maksimal untuk menfasilitasi semua potensi siswa di semua bidang. Sebagai informasi tambahan dalam waktu tak berselang satu bulan akan digelar acara wisuda tartli di tempat yang sama sebagai apresiasi atas prestasi bacaan dan hafalan Al Qur’an siswa-siswi semua. Sungguh sebuah sekolah yang menawarkan paket komplit.

Baca juga artikel lainnya: 
Siswa SD berlatih Lalu Lintas 
Ajang Tahfidz dan Tasmi' para Huffazh Muda  
Juara Lomba Cipta Puisi 
Video Pembelajaran Multimedia
Satu Lagi Dari SD Al Irsyad 01
Siapa Cepat Dia Dapat 
Bahasa Adalah Jendela Ilmu
Special for Women Only 
Getarkan Dunia Dengan Al Quran  
Habbitforming dengan Veltikultur 
Pilkada lagi Pilkada lagi 
Aku Bisa Menyembelih Ayam Sendiri 
Sung Serrrr... 
Ke Desa Ini Baru Beda 
Jaket, Jaket Apa Yang Bisa Dimakan? 
Mas Paul, Bukan Mister Paul

Kunjungi Website Resmi SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto  klik http://sdalirsyad01pwt.sch.id/

Senin, 22 September 2014

Asyiknya Belajar IPA dengan Mind Mapping





            Hewan  adalah salah satu makhluk Alloh SWT yang keberadaannya sangat bermanfaat bagi manusia. Mengenal hewan bukan hanya mengetahui namanya tetapi juga semua hal yang terkait dengannya, seperti makanannya, tempat hidupnya, ciri-cirinya, dan lain sebagainya. Kompetensi ini harus dimiliki oleh setiap anak, karena dengan mengenal makhluk-makhluk ciptaan Alloh akan tumbuh sikap menyayangi dan menjaganya, juga senantiasa bersyukur atas semua nikmat Alloh SWT. Untuk menumbuhkan sikap positif tersebut pembelajaran yang diberikan kepada anak haruslah tepat.
            Salah satu caranya adalah dengan mengemas sebuah kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan membuat anak antusias untuk mempelajarinya. Gambar dan warna yang atraktif sangat menarik perhatian anak dan mempermudah membatu menyimpan memori pada benak anak. MIND MAPPING, sudah terbukti mampu menjembati permasalah sulitnya anak mengingat sekian banyak materi dan konsep. Oleh karenanya pada hari Sabtu tanggal 20 September 2014, sebanyak 156 siswa-siswi kelas 3 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto menyelenggarakan kegiatan belajar IPA yang mempelajari tentang identifikasi hewan dalam sebuah tema “Big Assembly: We Are Ready To Learn”. Saat mendampingi kegiatan yang mengambil tempat di Masjid An Nur, Wakil Kepala Sekolah level 3 Ustadz Rahmat Safari, S.P. mengatakan bahwa, pembelajaran haruslah inovatif dan kreatif serta tetap menonjolkan sisi menyenangkan bagi anak tanpa meninggalkan kebermaknaannya.
Pembelajaran yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu pun berlangsung meriah diwarnai dengan keriangan anak yang sangat bersemangat berkreasi menghias mind mappingnya dengan gambar dekoratif. Mereka berkreasi pada karton berukuran A3 dengan pewarna, gambar, serta alat-alat lain yang mereka bawa. Untuk meningkatkan peran siswa dalam pembelajaran maka dibentuk kelompok-kelompok kecil tediri dari 2-3 siswa per kelompok. Hal ini dimaksudkan agar terjalin kerjasama antar siswa dan setiap siswa dapat mengaktualisasikan kemampuannya masing-masing. Seluruh siswa tampak  bersemangat karena hasil karya mereka ini akan di pajang pada papan display kelas dan akan di ambil beberapa karya terbaik sebagai pemenangnya. (Imalia)

Baca juga artikel lainnya: 
Siswa SD berlatih Lalu Lintas 
Ajang Tahfidz dan Tasmi' para Huffazh Muda  
Juara Lomba Cipta Puisi 
Video Pembelajaran Multimedia
Satu Lagi Dari SD Al Irsyad 01
Siapa Cepat Dia Dapat 
Bahasa Adalah Jendela Ilmu
Special for Women Only 
Getarkan Dunia Dengan Al Quran  
Habbitforming dengan Veltikultur 
Pilkada lagi Pilkada lagi 
Aku Bisa Menyembelih Ayam Sendiri 
Sung Serrrr... 
Ke Desa Ini Baru Beda 
Jaket, Jaket Apa Yang Bisa Dimakan? 
Mas Paul, Bukan Mister Paul

Kunjungi Website Resmi SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto  klik http://sdalirsyad01pwt.sch.id/
           

DISCIPLINE DAY NOT ONLY FOR A DAY








Banyak sekali pemberitaan yang tidak bagus tentang pelajar di masa sekarang ini, mulai dari tawuran, melakukan tindak kriminal seperti pencurian, sampai melakukan tindakan asusila. Sejenak membuat kita berfikir, sekiranya apa yang salah dengan semua itu. Alih-alih mencari-cari pihak mana yang disalahkan, lebih baik membuat langkah nyata untuk mengatasi semua itu. Salah satunya dengan menerapkan jiwa disiplin dan tanggungjawab sedini mungkin. Kedua hal ini merupakan life skill yang wajib dimiliki sebagai bekal siswa di masa depan.
Berangkat dari keprihatinan inilah maka SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto  bekerjasama dengan KODIM 0701 Banyumas, memberikan perhatian khusus pada masalah ini. Dengan mengadakan pelatihan disiplin sedini mungkin pada siswa-siswa SD melalui kegiatan Discipline Day . Maka pada hari Kamis pagi, 4 September 2014 halaman Kodim Banyumas pun ramai dikunjungi 137 siswa kelas 5 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Dengan riang gembira dan semangat, mereka mengikuti seluruh kegiatan yang dibuka langsung oleh Sersan Mayor Jumadi sebagai kepala Tim pelatih. Dalam sambutannya, beliau sangat gembira apabila anak-anak sudah terbiasa disiplin di segala bidang sedari masa kecil. Materi baris berbaris dan kedisiplinan dalam latihan dibawakan dengan apik oleh Tim dari Kodim yang terdiri dari Serma Jumadi, Serka Syafin Imam S, Serka Sukiman, Sertu Jupri, Serda Slamet BK, Serda TeguhR, Serda Among, dan Serda Karsikun.
Anak-anak berbaris dengan semangat dan menampilkan yang terbaik, sama sekali tak terlihat lelah meski mentari kian terik. Pelatihan disiplin berbaris ini diakhiri dengan pemilihan siswa-siswi terbaik untuk menjadi tim inti petugas upacara bendera di sekolah. Tentu saja ini sangat membangkitkan minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan yang merupakan program rutin tahunan dari SD Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Ustadzah Nur Aisyah Amini, S.Si selaku Wakil Kepala Sekolah Level 5 memastikan bahwa program-program yang mempunyai manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa akan terus dikawal dan digalakkan pelaksanaannya. Sedangkan Kepala Sekolah, Ustadz Alex Nanang Agus Sifa, S.Fil.I yang juga turut memantau kegiatan mengungkapkan bahwa kedisplinan adalah salah satu karakter yang harus dibangun pada diri siswa, baik rumah, sekolah, terutama di lingkungan masyarakat. Siswa juga perlu dikenalkan dengan kedisiplinan diberbagai bidang, dan menjadikan disiplin ini sebagai karakter sehingga menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab dan taat aturan.  

Jumat, 29 Agustus 2014

COUNT DOWN TO 15th SEPTEMBER (PART 1)



            Selesai sholat dhuhur, tak sengaja mataku tertumbuk pada sosok di depanku yang sedang melipat mukena. Saat kumelihat tatapan kosongnya, tanpa ragu aku segera menghampirinya. Kusentuh bahunya, “believe me I know how’s your feeling right now… I’ved been there.” Sahabatku itu masih terdiam… speechless tidak tahu harus berkata apa. “At the first my heart refused it… but finally I could compromised with my feeling” kulanjutkan kata-kataku berharap dapat sedikit menenangkannya, atau lebih tepatnya menenangkanku juga.  Yup! Exactly! It’s all about heart and feeling… we can't deny it! Ketika sudah menyangkut persoalan hati dan perasaan memang masalah yang paling rumit sedunia.
            Kami masih bercakap-cakap berdua di serambi mushola… “I’m so surprised, it’s so suddenly… I should through this for twice” akhirnya ada juga yang bisa terungkap dari mulutnya, setelah sepanjang hari kulihat dia termenung. Yang sebenarnya aku seperti melihat cermin itulah aku beberapa hari yang lalu. When all of my friends said “Something different with you, with your sight” kupererat rengkuhannku dibahunya. “Isbirr ya ukhti… a’dhomallohu ajroq…”
            Berjalan dari keluar mushola pikirku kembali pada ingatan yang lalu. Aku sudah terlanjur jatuh cinta, teramat sangat cinta, begitu mendalam, bukan buatan. Ikatan itu bukan hanya di status belaka tetapi sudah mengalir di darahku seakan sudah menjadi satu dengan diriku. Mereka adalah aku. Aku dan hari-hariku. Mereka adalah hari-hariku. Yang senantiasa dilewati dalam kebersamaan selama bertahun-tahun masa kebersamaan. Memisahkanku dari mereka sama saja memisahkan jiwa dari ragaku. Ada yang terenggut dari diriku saat harus berpisah dari yang kucintai.
           
Cinta adalah masalah kenyamanan, aku merasa aman dan nyaman disini. Aku merasa dicintai dan disayangi sehingga aku pun bisa memberi lebih lagi cinta dan sayangku. Namun seperti yang kukatakan pada sahabatku tadi finnaly I could and should compromised with my feeling. Pada akhirnya aku harus menjadi pribadi yang lebih bijaksana bahwa apa yang kusukai dan apa yang tidak kusukai tidak berkaitan dengan apa yang baik dan apa yang tidak baik buatku. Sebab bisa jadi aku menyukai sesuatu tetapi ia tidak baik bagiku, dan bisa jadi aku tidak menyukai sesuatu padahal sesuatu itu baik buatku.
Jadi ku mencoba ikhlas untuk melepaskan apa-apa yang kucintai… semua yang kusayangi. Mencoba mencari semua hal yang positif dari harus terpisahnya aku dan yang kucintai. Mencoba memahami bahwa semua ini sudah tertulis di lauhul mahfudz jauh sebelum adaku, bahwa aku hanya harus menjalani hidupku sebaik-baiknya. Mengerti bahwa terpisahnya aku dan cintaku bukan atas kesalahanku, bukan dari apa yang kuperbuat, meskipun juga  aku dan cintaku bukan dipisahkan oleh orang lain, sama sekali tidak ada orang lain yang memisahkan aku dan cintaku, tidak ada orang lain atau siapapun yang mendzholimiku. Ini hanya masalah keadaan. Pada akhirnya aku berujung pada kesimpulan bahwa ini sudah “taqdir” (lagi).
Aku meyakini bahwa terpisahnya aku dan cintaku akan membawaku pada cinta yang baru, yang lebih menantang. Yang suatu saat nanti jika aku berhasil menaklukkannya aku akan mendapatkan cinta yang lebih manis. Aku tak bisa mengutamakan keinginanku diatas nuraniku… pada akhirnya nuranikulah yang berbicara. Bahwa aku memang harus melepaskan yang kucintai dan melepasnya untuk orang yang memang membutuhkannya. Dan berusaha mencintai keluarga baruku yang memang lebih membutuhkanku. Pada akhirnya diposisikan menjadi “pahlawan” inilah yang sedikit meringankan bebanku. Bahwa aku melepaskan yang kucintai untuk orang yang lebih membutuhkan dan aku rela menjadi bagian dari cinta yang lain karena keberadaanku dibutuhkan. Sisanya kuserahkan padamu Ya Rabb,,, sami’na wa atho’na.  Aku setia pada perintah yang diberikan padaku….

Dan disinilah aku di sudut duniaku… memandang hari-hari terakhir kebersamaanku. Menuliskan kenangan yang suatu hari nanti ini hanya akan jadi bagian dari masa lalu. Menunggu datangnya hari perpisahan itu, 15 September 2014, yang mauku hari itu tak kan pernah datang. Tapi waktu sangatlah jujur dan disiplin… berpantang mundur dan terus melaju… karena pada hakikatnya apapun yang kita lakukan di dunia SAAT INI adalah untuk menunggu SAAT ITU!

#Catatan Al Mursalat
#Purwokerto, Jumat 29 Agustus 2014
#Duh saking Ill fill nya dengan masalah yang ini sampai lupa kalau hari ini hari lahirmu, baru inget setelah kutuliskan tanggalnya,,, maaf ya sayang,,, HAPPY BIRTHDAY WISH YOU ALL THE BEST.

Translate