Senin, 01 April 2013

PLEASE DEH JANGAN LEBAY,,,



Sebelum mulai menulis refleksikan ini dulu say, kamu sudah melakukannya belum Lia? Kalau sudah silahkan lanjut,,, he2,,, kalau belum? Silahkan lanjut juga sambil berusaha melakukannya dengan konsisten. Terkadang suatu hal yang baik itu harus dipaksakan, dibenturkan, di’jedug’kan, di’pentok’kan terlebih dulu baru 'ngeh' deh. Kamu banget ya say? (asking myself).
Nasihat yang terucap pagi ini buat cinta-cintaku, harapan-harapanku, pelangi-pelangi jiwaku, hari-hariku, kebanggaanku, anak-anak didikku, he2, kalau ungkapan tentang mereka boleh dong lebay. Karena mereka memang istimewa dihatiku, diksi deskripsi tentang mereka pun ku pilihkan yang teristimewa. Lantas dalam hal apa kita tidak boleh lebay? Pagi ini mengawali pekan dan juga bulan, senin 1 April 2013, tausiyahku di depan permata-permata yang senantiasa bersinar anak-anakku kelas 5 Ali Bin Abi Thalib yang senantiasa didoakan atas kebaikannya. Nasihat ini berdasarkan fenomena kontemporer yang terjadi:
1.    Kakak kelas kalian kelas 6 sedang menghadapi Ujian, hari ini dimulai dengan Uji Kompetensi II dilanjutkan dengan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional, jadi kita saling mendoakan saudara kita yang sedang menghadapi ujian, semoga dimudahkan segala urusannya dan bisa lulus ujian dengan hasil yang terbaik. Yang kedua, kita tidak boleh mengganggu atau mengusik ketenangan saudara kita dalam menghadapi ujian ya nak,,, becandanya, bermainnya, jangan berlebihan (lebay, red), karena berisik dan mengganggu kakak kelas kalian yang sedang menempuh ujian.
2.    Dalam menyikapi segala sesuatu juga jangan berlebihan (lebay juga maksudnya, red), bersikaplah proporsional terutama dalam pemilihan kata. Karena pemilihan kata yang salah bisa dimaknai salah oleh orang lain. Jalinlah persahabatan antar sesama kalian dengan akhlak yang baik dan saling memahami satu sama lain. Tutup semua pintu yang bisa merusak ukhuwah.
Contoh1: Suatu hari Sami pernah tidak membalas SMS Fendra mana kalimat yang betul? A: Sami pernah tidak membalas SMS Fendra atau B: Sami tidak pernah membalas SMS Fendra? Pernah tidak sangat berbeda maknanya dengan tidak pernah meski secara sepintas penulisannya terlihat sama. Kalau sampai terucap kalimat yang pertama pasti maknanya sangat berbeda dengan kenyataanya.
Contoh2: Fatwa menegur Mufid temannya yang makan sambil berdiri. Kalau kalian akan memberi tahu orang lain mana kalimat yang kalian pilih A: Fatwa menasihati Mufid agar makan tidak sambil berdiri. Atau B: Fatwa marah-marah ke Mufid karena makan sambil berdiri? Karena keduanya memiliki nilai rasa yang jauh berbeda bahkan untuk satu konteks realita yang sama. Karena kalau Fatwa melihat tapi diam saja Fatwa juga bersalah, jadi Fatwa harus menegurnya.
Contoh3: Apa yang terlihat bisa saja berbeda dengan apa yang kalian pikirkan, misalnya pada saat pelajaran ada yang tidak tertib, kemudian Zidan temanmu mengingatkanmu untuk tertib dengan cara menepuk bahumu. Kalimat mana yang kalian pilih untuk menceritakannya kepada orang lain. A: Zidan memukulku! Atau B: Zidan memukulku karena tidak tertib C: Zidan mengingatkanku untuk tertib. Kalimat A betul sesuai apa yang terlihat tetapi sangat salah dalam konteks,  kalimat B juga betul tetapi masih kurang bijaksana, untuk anak-anak seusia SD kalimat ini bisa dimengerti, meskipun lebih seru dan menarik menggunakan kalimat A tetapi kalimat C lah yang paling bijaksana, ini permainan kata yang dewasa dan menyenangkan.
3.    Kalau ada temanmu yang terjatuh apa yang kamu lakukan? A: menolong  B: mengejeknya atau C: Membiarkannya? Ternyata murid-muridku cukup tahu memilih pilihan yang tepat. Senantiasa kudampingi dan kudoakan semoga tidak hanya wacana dikelas saja tetapi juga benar-benar terlaksana dalam praktiknya. Aamiin, ya Rabb.
Karena pada hakikatnya setiap kita adalah pembelajar abadi, dan setiap yang ada disekitar kita adalah guru yang bisa kita ambil pelajaran darinya, Maka dalam konteks ini dalam hal tertentu bisa jadi muridku adalah guruku, karena dari merekalah aku banyak belajar. Love you, kids! (Imalia)

*) Tausiyah telah disunting untuk kepentingan bahasa tertulis tanpa merubah isi.

Kamis, 21 Maret 2013

On My Contemplation to my Conceivation

Dinafikan, ditiadakan, dianggap nihil, dianggap tak berarti, dianggap tidak memiliki peran, dinegasikan adalah sebuah keadaan yang sangat tidak menyenangkan bagi siapapun.
Tapi itu adalah salah satu tarbiyah ruhiyah yang harus dijalani.
Dicopoti semua atribut kehormatannya, diremehkan, bahkan dihinakan, itu adalah sebuah ujian pembinaan yang berat tapi amat baik bagi jiwa.
Dengan itu jiwa anda jadi peka dengan perasaan orang lain, jiwa anda tidak lagi melangit tetapi membumi, jiwa anda tidak mudah terprovokasi  dengan pujian manusia, anda bisa beribadah dalam setiap keadaan bagaimanapun manusia memandang anda.
Bagi anda yang sudah secara alamiah sering  diremehkan, dinafikan, dinihilkan, ditiadakan, dinegasikan, maka bersyukurlah karena anda mendapat tarbiyah Rabbaniyah.
(Dari Ustadz Langlang Buana II)

Selasa, 19 Maret 2013

My another cup of tea


Bahasa Komunikasi
A: “@$#%$^%%%#  *&* (&**^^$   $%#%$^*)()_JHHT&%&^$ GT$%$^^YJH R#%^&*(!!”
B: “Ngomong paan siy? Bisa pakai bahasa manusia?”
A: “logika fuzzy crisp algoritma sorting random FIS ANFIS Model reasoning rule-based, case-based model-based reasoningsingle inheritance multiple inheritance  procedural, object-oriented aspect-oriented paradigm retrieve boolean vector space algoritma stemming lemmatization incidence matrix efisiensi algoritma notasi Big O”.
B: “He..he.. masih lom mudeng, tolong bahasa percakapan biasa jah”
A: “Echte liefhebbers niet graag het beloofde. Maar zodra ze besluiten om iemand te houden, ze maakte onmiddellijk plannen te geven. Na dat ze werkte in stilte en rust om hun plannen te realiseren. Stuk voor stuk geven plan worden gerealiseerd, elk zaad, dat bloeide in het hart van de liefde lijkt Oran ... g van een geliefde. Promise afgegeven hoop. Maar de bevalling vertrouwen
B: “Bahasa Indonesia plis?”
A: “Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati oran...g yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.
B: (memegang kepala) “Tolong lebih sederhana lagi”
A: “Aku cinta kamu...”
B: “Masih lom ngarti... ga sah ngomong aja dehhhh!”
A: ........ (bengong)

Mau baca sketsa-sketsa tulisanku lainnya? klik disini.

Nouvellete

Sebuah cerpen yang menceritakan tentang arti sebuah persahabatan, bisa dibaca disini.

Cerpen lain yang bercerita tentang ketulusan mencintai, silahkan dibaca disini.

Selalu kumenantikan kapan bisa nulis yang berikut-berikutnya lagi... doa dan dukungannya ya... :))

Translate